Wednesday

Memeras Untung dari Susu Jagung

Tidak ada susu sapi, susu jagung pun jadi. Bahan bakunya murah, namun isi kandungan tidak kalah. Anita Surachman
Minum susu kedelai adalah hal yang biasa, tetapi kalau minum susu dari jagung manis seperti apa ya rasanya? Bagi anda yang belum pernah merasakan tidak ada salahnya untuk mencoba. Sekali anda mencoba pasti akan suka. Karena dari segi rasa susu jagung tidak kalah enak dibanding susu kedelai atau susu sapi. Bahkan belakangan ini sebagian masyarakat sudah mengkonsumsi sebagai pengganti produk susu biasa. Susu jagung juga dapat dijadikan alternatif pengganti susu hewan yang belakangan santer diberitakan harganya melonjak naik.

Untuk mengenal dan menikmati susu jagung manis alangkah baiknya kita memahami dulu tentang manfaat dan kandungan gizi yang terdapat pada jagung manis. Jagung manis (zea mays saccharata) biasa digunakan sebagai bahan baku jagung bakar, sayur mayur, juga dapat dibuat susu jagung manis atau tempe jagung manis.


Susu jagung manis dikenal pula dengan sebutan corn milk, adalah produk inovasi baru dengan rasa unik. Dari segi kelebihan, minuman ini dapat memulihkan energi atau stamina dalam waktu cepat dan menjaga kesehatan mata, hati, lambung, usus serta diyakini sebagai minuman bebas kolesterol. Kandungan seratnya yang tinggi memperlancar pencernaan dan kadar gula yang rendah sehingga cocok untuk diet. Juga dapat mengobati penyakit diabetes dikarenakan jagung manis mengandung gula alami.

Hal inilah yang kemudian dikembangkan oleh Ahsan Abduh Andi Sihotang. Mahasiswa Tekhnologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Ahsan sebagai pemilik ide tidak sendirian, bersama keempat rekannya Ary Try Purbanyanto, Nadiyah Khaeriyyah, Muhammad Akhlis Mustaghfiri dan Linda Mikowati berhasil meramu susu jagung. Susu yang dijual seharga Rp 1.500/cupnya ini diberi nama O-Thanx mengutip potongan dari nama belakang Ahsan. Susu ini ternyata sudah sangat terkenal dikalangan mahasiswa IPB, produk O-Thanx sangat sering mengisi bazaar di IPB. Produk susu jagung karya lima mahasiswa ini pernah meraih juara II dalam ajang bergengsi Young Entrepreneur Awards 2007 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia dengan mengalahkan ratusan peserta lain.

Ahsan, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan produk susu tersebut mengatakan, awal mula usaha ini masih berkaitan dengan latar belakang pendidikan dan jurusannya di mana dalam hal ini mereka ditekankan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditi-komoditi pertanian. Dari pembagian komoditi pertanian yang ada pilihan Ahsan jatuh pada jagung dari situlah ia mulai konsen. Sampai akhirnya terpikir untuk meningkatkan nilai tambah jagung tersebut, terbesit dibenaknya susu dari kedelai maka tergeraklah Ahsan untuk mencoba membuat susu olahan tapi terbuat dari jagung. Karena pada jagung terdapat kandungan pati yang sama dengan kedelai. Tak hanya itu, jagung juga merupakan salah satu komoditi yang banyak dan murah harganya terutama ketika panen, sehingga jika diolah akan banyak sekali keuntungannya.

Ide mengolah jagung menjadi susu ini kemudian diwujudkan dalam bentuk proposal dan diikutsertakan dalam lomba program kreatifitas mahasiswa yang diselenggarakan oleh Dirjen DIKTI (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi). Berselang kemudian proposal yang diajukan pun lolos sampai akhirnya mereka mendapatkan bantuan dari Dikti sebesar Rp4,5 juta. Dana yang cair itu digunakan sebagai modal awal untuk memulai usaha susu jagung yang berdiri pada Januari 2007. Modal awal penelitian ini digunakan untuk membeli alat-alat seperti blender, kompor, cup-sieler, ice box, kemasan, thermometer, panci, saringan, baskom dan bahan baku pembuat susu.

Cara membuat minuman susu jagung ini ternyata tidaklah sulit. Sebelumnya pilihlah jagung manis yang nampak segar, tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda, bentuknya masih bagus dan tidak keriput, jagung itu dibersihkan, direbus sampai matang lalu ditiriskan, kemudian didinginkan. Biji jagung dipipil sehingga terpisah dari bonggolnya dengan menggunakan pisau tajam, setelah itu diblender, tambahkan air hangat yang telah dicampur gula, untuk pengental Ahsan menambahkan CMC (Carboxymethylcellulose), tapi sekarang CMC diganti dengan susu skim. “Supaya kandungan proteinnya bertambah,” terang Ahsan.

Hasil dari blender tadi lantas diperas dan disaring untuk diambil sarinya, setelah dipasteurisasi selanjutnya dikemas kedalam gelas plastik ukuran 200 ml dan dimasukkan ke lemari pendingin agar tahan lebih lama, biasanya ketahanan bisa sampai satu minggu.

Dalam menjalankan usahanya, mahasiswa angkatan 42 semester VI ini mengaku kerap kali masih ada kendala yang dihadapi. “Setiap usaha pasti tidak lepas dari kendala, yang paling krusial sejauh ini tentang masalah bahan baku, karena kita belum bisa menyetoknya. Sebab jagung manis yang dibeli dengan jumlah banyak dan disimpan beberapa lama kadar gulanya akan menurun drastis. Sifat alami gula memang seperti itu, gula jagung yang teroksidasi akan menurun kadarnya. Sedang, industri yang baik itu harus memiliki stok. Tapi permasalahannya, bahan baku tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama, jadi dari segi penyimpanan itulah yang masih jadi kendala. Untuk kendala lain adalah masalah efisiensi dan efektifitas produksi, karena kapasitas alat produksinya kecil, ke depannya kita ingin punya alat yang lebih besar, jadi lebih dapat menampung kapasitas, dengan begitu hasil produksi jadi efektif dan efisien,” ungkapnya.

“Harapan kedepannya ada penelitian yang berbasis jagung, supaya ditemukan cara penyimpanan jagung manis agar awet dalam waktu beberapa bulan ke depan. Selain itu, untuk masalah legalitas industri ini dimudahkan dan dibantu pendampingannya, melalui institusi atau pemerintah dan koperasi setempat. Juga ada dana bergulir untuk industri kecil. Harapannya mudah-mudahan bisnis ini bisa sukses dengan didukung oleh semua elemen sehingga kita bisa menjadi generasi-generasi mandiri, generasi yang berbasis pada entrepreneur dan job creator,” Ahsan menambahkan.

Karena permintaan untuk marjin dari retail yang terlalu besar, O-thanx susu jagung ini belum masuk ke toko-toko. Produk susu jagung ini dipasarkan dengan sistem order, Ahsan ingin produknya merambah ke ritail atau swalayan, dalam jangka waktu dekat ingin juga masuk ke perumahan dosen yang mau berlangganan. Tentunya dengan kemasan yang berbeda yakni kemasan botol kaca. Hal tersebut akan masuk ke dalam rencana pemasarannya. “Untuk itu sudah ada rencana buat kedepan mau coba masuk ke retail itu, tapi segmentasi pasarnya kita yang atur, jadi positioning-nya juga memang barang ekslusif dengan harga yang relatif terjangkau,” kata remaja berumur 19 tahun ini.

Kenapa Susu Jagung?
- Dapat memulihkan energi atau stamina dalam waktu cepat
- Menjaga kesehatan mata, hati, lambung, usus serta diyakini sebagai minuman bebas
kolesterol.
- Kandungan seratnya yang tinggi memperlancar pencernaan dan kadar gula yang rendah cocok
untuk diet.
- Dapat mengobati penyakit diabetes dikarenakan jagung manis mengandung gula alami.

Jika ingin mengutip/menyebarluaskan artikel ini harap mencantumkan sumbernya.
Source : majalahpengusaha.com

Tas foto diri banyak dicari
Tip bisnis pernak pernik
Toko online bermodal rp 105 ribu
Masa sekolah melatih anjing
Usaha permainan anak
Membangun pusat kecantikan
Franchise nasi uduk gondangdia

0 comments: