Membuat Usaha Sampingan
Dicari Supervisor - Karyawan TOKO pria - wanita
Tang City dan Taman Palem dan Poris
Telp . 021.9140.9440

LOWONGAN KASIR - WAITER - TUKANG MASAK
WANITA
0817.9108.005
..<< Peluang Usaha >>..

Wednesday, 10 September 2008

Akuztix Guitar Course Saingi Kompetitor Papan Atas

dengan tempat-tempat kursus musik high class
* Fisamawati

Memetik senar gitar akustik bagi pencinta musik sepertinya menimbulkan kepuasan tersendiri. Meski tengah marak muncul aneka jenis alat musik baik dari variasi bentuk maupun bunyi yang ditimbulkan, tak menjadikan dentingan gitar akustik tenggelam. Namun bagi para pemula yang berkeinginan memainkan gitar khususnya akustik harus berjuang lebih keras. Mitosnya, untuk bisa memainkan alat musik ini diperlukan bakat baik bawaan lahir maupun turunan darah keluarga.

Ada beberapa orang mencoba keluar dari mitos di atas dengan jalan belajar otodidak dari teman sepermainan yang dianggap memiliki ‘nilai’ lebih sebagai ‘pembimbing’ atau mempelajari sendiri kunci-kunci gitar dari beberapa referensi buku dan majalah khusus musik. Bahkan tak tanggung-tanggung, dengan menempuh sisi jalan yang lebih serius, yakni mengikuti kursus gitar setiap bulannya.

Jika ingin mahir memainkan gitar dengan nada-nada yang harmonis dan enak didengar, tentunya dibutuhkan pengajar yang profesional. Ini berfungsi untuk memberikan kualitas maksimal saat memainkan gitar nantinya. Tingkat pengajar yang professonal pun terkadang ‘memanfaatkan’ skill yang dimilikinya untuk mematok tarif sesuai standar kemampuannya mengajar dan menurunkan ilmu kepada anak bimbingannya.

Diyakini bahwa gitar telah ada untuk waktu yang sangat lama. Diyakini pula bahwa kemungkinan gitar akustik yang kita kenal saat ini berasal dari Spanyol pada abad ke-16 dan mulai populer di negara-negara Eropa pada abad 16 dan 17. Gitar akustik adalah jenis gitar dimana suara yang dihasilkan berasal dari getaran senar gitar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar ke dalam ruang suara. Suara di dalam ruang suara ini akan beresonansi terhadap kayu badan gitar. Jenis kayu akan mempengaruhi suara yang dihasilkan oleh gitar akustik.

“Oleh karena dasar itulah saya mendirikan kursus gitar akustik ini. Umumnya, sangat banyak orang yang berminat untuk belajar musik tetapi akhirnya sebagian besar dari mereka mengurungkan niatnya karena satu hal, yaitu biaya kursus yang tak terjangkau oleh mereka,” kata Irven pemilik sekaligus pengajar Akuztix Guitar Course.

Ia mengilustrasikan, umumnya tempat kursus gitar yang ada sekarang ini, biasanya untuk pendaftaran sudah memasang harga hingga Rp 600 ribu, ditambah biaya kursus perbulannya adalah Rp 300 ribu, serta biaya pembelian buku antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Jadi jika ditarik garis besarnya, pada bulan pertama murid harus mengeluarkan uang sebesar Rp 550 ribu bahkan sampai Rp 1,2 juta.

Berangkat dari fenomena di atas, Akuztix Guitar Course yang berdiri awal September 2007 ini berusaha agar para peminat musik khususnya gitar akustik tersebut, dapat belajar dengan harga yang relatif terjangkau. “Di Akuztix Guitar Course biaya pendaftaran hanya Rp 20 ribu saja, bahkan untuk pembukaan bulan September lalu gratis. Sedangkan biaya kursusnya sendiri terbagi menjadi beberapa kategori. Selain kategori privat dan semi privat, Akuztix Guitar Course juga membuka kelas A dengan durasi pengajaran 4x60 menit per bulan hanya dikenakan biaya Rp 95 ribu rupiah per murid. Sedangkan untuk kelas B dengan durasi pengajaran 2x60 menit per bulan mematok harga Rp 55 ribu rupiah per murid,” terang lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jurusan Musik ini.

Jika dibandingkan dengan tempat-tempat kursus sejenis, Akuztix Guitar Course terbilang murah. Ia menjelaskan, untuk menarik minat seseorang untuk kursus salah satunya adalah menawarkan harga murah tetapi tetap dengan kualitas sepadan dengan kompetitor. Berpengalaman sebagai music instructor di Elfa Music Studio Bandung, Braga Music School Bandung, Purwacaraka Music Studio Bandung, Gym Music Jakarta, dan Kantata Music Jakarta ini, memiliki cara agar murid dapat membayar kursus dengan harga murah, yakni memberikan kategori kelas terdiri dari 4 hingga 6 orang untuk pengajarannya. “Dengan strategi menggabungkan murid hingga enam orang per kelasnya dapat menutupi biaya yang mahal,” imbuhnya.

Sejak beroperasi empat bulan lalu, Akuztix Guitar Course telah mengalami kemajuan yang signifikan. Dengan menggunakan kelas yang ‘mirip’ etalase kaca, kurang lebih murid terdaftar berjumlah 50 orang. Irven mengungkapkan, peminat tidak hanya dari kalangan anak muda saja, tetapi merambah hingga usia dewasa dan matang. “Ada juga bapak-bapak yang memang hobby main gitar, tetapi karena faktor usia jadi segan untuk kursus. Justru di sini berbeda. Mereka dengan riang dan tanpa malu datang ke Akuztix untuk kursus, biasanya selepas jam pulang kerja, sekalian refreshing,” katanya ramah.

Lebih lanjut, Irven menjelaskan, dengan menerapkan penggabungan sistem teoritis dan praktek, Akuztix Guitar Course menetapkan tingkatan dalam proses belajar yakni tingkat dasar, tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3. Ia memaparkan, untuk tingkat pertama adalah pengenalan melodi dan chord untuk tiap jenis musik, dan biasanya dilakukan secara duet. Tingkat kedua, diberi penambahan-penambahan melodi, dan untuk tingkat ketiga biasanya sudah bermain sendiri (solo, red). Di tingkat tiga dan empat, murid sudah meng-arrangement musik, menulis chord sehingga secara otomatis sudah bisa membaca chord.

“Kelebihan lain di Akuztix Guitar Course adalah adanya ujian. Hasil ujian tersebut akan direkam dan menjadi hak milik murid itu sendiri, jadi murid bisa mendengarkan ulang hasil rekamannya,” akunya yang memberi durasi rekaman sekitar 15 menit dengan biaya Rp100 ribu.

Meski tidak menjanjikan adanya kelanjutan bagi si murid untuk menjadi pemain gitar profesional dan dikenal publik, tetapi Irven tetap optimis. Baginya, bercita-cita memberikan kemudahan bagi murid untuk bisa bermain gitar lebih cepat dari waktu yang ditentukan merupakan hal bagus. Umumnya, seseorang untuk mahir memetik gitar dibutuhkan waktu selama 4 hingga 5 tahun, tetapi pria kelahiran 22 Februari 1966 ini menargetkan hanya dalam jangka 2 tahun saja.

“Strategi lain yang saya gunakan adalah berusaha menyediakan pengajar lulusan sarjana, khususnya di bidang musik. Dan minimal, pengajar tersebut memiliki pengalaman lebih kurang 15 tahun, sehingga murid merasa yakin pada pengajarnya,” katanya memberi ‘bocoran’ terakhir
Source : majalahpengusaha.com

Sepatu anti air di musim hujan
Meraup uang jutaan dari laundry bulanan
Usaha barang seken layak direken
Beternak merpati balap omsetnya mantap
Tours and travel terus menggurita

learning guitar
Selecting Guitar Tips
Young Guitar Player
Playing Guitar Tips
How to Playing Guitar
Learning finger on guitar

Guitar beginner chords
Basic Major minor chords

1 comment:

kudumo said...

Alamat & teleponnya ada yang atahu gak?

Thanks
Kusumo

Other

Topic Lainnya :
Digg!

Powered by FeedBurner

fashion Blogs - Blog Catalog Blog Directory My BlogCatalog BlogRank Join My Community at MyBloglog!
Butuh Batu Bara